TURIN– Arrivederci (selamat tinggal) Liga Champions 2009-2010. Juventus mengucapkannya seiring kekalahan memalukan 1-4 (1-1) dari Bayern Munchen di Stadion Olimpico, Turin, dinihari kemarin (9/12) Wita. Untuk kali pertama sejak edisi 2000-2001, Juve gagal lolos dari fase grup.
Sebaliknya, Bayern mendampingi Girondins Bordeaux lolos ke fase knockout (babak 16 besar). Bayern finis di peringkat kedua klasemen akhir grup A dengan 10 poin atau unggul dua poin dari Juve. Juara grup direbut Bordeaux (16 poin), sedangkan Maccabi Haifa berstatus juru kunci dengan rekor terburuk sepanjang sejarah fase grup Liga Champions, 0 poin dan tanpa mencetak satu gol pun.
Dengan finis ketiga, Juve turun kelas dengan hanya akan berlaga di Europa League. Nyonya Tua –julukan Juve– menambah deretan klub raksasa yang tampil di even pengganti Piala UEFA itu setelah juara lima kali Liverpool dan kampiun 1993 Olympique Marseille.
Hasil negatif Juve boleh dibilang mengejutkan. Sebab, empat hari lalu (6/12) di Olimpico, tim asuhan Ciro Ferrara itu tampil luar biasa saat mengalahkan pimpinan klasemen Serie A Italia Inter Milan 2-1. Tapi, performa kontras ditunjukkan Alessandro Del Piero dkk kemarin.
Apalagi Juve sejatinya hanya butuh seri untuk lolos 16 besar. Asa yang serasa dalam genggaman kala sepakan David Trezeguet pada menit ke-19 membuahkan gol. Tapi, Bayern yang lebih dominan dalam penguasaan bola sejak kickoff membalas lewat penalti kiper Hans-Joerg Butt di menit ke-30. Penalti diberikan setelah Martin Caceres melanggara Ivica Olic di kotak terlarang.
Taktik Ferrara dipertanyakan di babak kedua kala mengganti Del Piero dengan Christian Poulsen. Alhasil, Juve yang cenderung bertahan makin mudah ditekan Bayern. FC Hollywood –julukan Bayern– berhasil menambah tiga gol lewat Olic (52’), Mario Gomez (83’), dan Anatoliy Tymoschuk di injury time (92’).
“Hari ini (kemarin, Red), saya pikir kami tidak menyelesaikan masalah di lapangan sebagai kesatuan tim. Kami gagal mengimbangi permainan Bayern,” tutur Ferrara seusai pertandingan kepada Reuters.
Terkait strateginya mengganti Del Piero, Ferrara mengaku ingin lebih mengeksploitasi peran duo Brasil, Diego dan Felipe Melo, sebagai second line. “Kami mengharapkan Diego dan Felipe bisa maksimal, tapi kami tidak bisa menyalahkan hasil kepada dua pemain saja,” terangnya.
Diego dan Melo merupakan dua pemain termahal Juve musim ini. Hanya, kontribusi keduanya sejauh ini dianggap belum memadai. Tak heran, sasaran cemoohan Juventini –sebutan fans Juventus-- di akhir pertandingan lebih ditujukan kepada Diego dan Melo.
“Cemoohan bisa dimaklumi mengingat kami gagal memberikan kontribusi maksimal. Fans wajar bereaksi seperti itu,” ucap Diego di Football Italia.
Terpisah, defender Juve Fabio Cannavaro meminta maaf kepada Juventini. Dikatakan Canna, sapaan akrabnya, kekalahan atas Bayern merupakan sesuatu yang harus segera dilupakan. “Selanjutnya, kami akan leboh fokus di Serie A dan tetap serius berlaga di Europa League,” ujar pemain yang belum pernah sekalipun meraih trofi Liga Champions itu kepada Corriere dello Sport.
Sementara itu, der trainer (pelatih) Bayern Louis van Gaal menilai timnya memang bermain lebih baik dibandingkan Juve. “Anda bisa saja bilang Juventus kalah karena tampil buruk. Tapi, Anda juga bisa bilang Bayern Munchen tampil brilian. Sepanjang pertandingan kami begitu dominan,” urainya sebagaimana dilansir AFP.
Berhubung masih diliputi euforia, Van Gaal tidak terlalu memikirkan lawan yang diinginkan Bayern di 16 besar nanti. Dengan status runner-up, FC Hollywood harus bersiap meladeni para juara grup semisal Real Madrid, Manchester United, hingga Chelsea.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar