Sabtu, 12 Desember 2009

'Urf yang Berlebihan

Manusia pada dasarnya memang dipenuhi dengan rasa keinginan yang selalu merasa kurang, atas apa yang sudah mereka miliki. Sifat itu wajar dan sudah pasti ada ditiap manusia, maka dari itu kita sebagai manusia yang mempunyai sifat seperti itu haruslah mengerti kondisi serta situasi perekonomian diri pribadi dan keluarga.
Secara umum, manusia selalu terobsesi oleh reformasi teknologi atau rekondisi yang tiap tahunnya selalu mengalami perubahan. Sebagai akibat dari hal yang semacam itu, mempunyai daya tarik yang besar terhadap kehidupan kita sehari-sehari. Berawal dari daya tarik muncullah hasrat tuk memiliki. Dengan maksud, bahwa kita {manusia} harus mengkondisikan serta menyeimbangkan antara pendapatan dengan pengeluaran. Sehingga kita bisa mengkontrol akan sifat yang meronta-ronta, yang ingin dan ingin harus memiliki barang itu. Padahal barang itu sudah kita miliki, akan tetapi barang itu sudah berganti wujud {fisik}, berganti spart yang lebih canggih, dan lebih lengkap. Toh, kita masih ingin membelinya dengan harga berapa pun asal kita bisa memiliki dan tanpa memikirkan hal-hal dibelakangnya. Tetapi yang terpenting dan dilihat secara umum, barang tersebut dapat digunakan sesuai can use spart yang permanen. Contoh saja seperti hp; hp yang tipenya rendah pasti fiturnya rendah dan daya tariknya juga rendah. Tetapi karena kecanggihan teknologi dan otak kreatif manusia , akhirnya bisa mewujudkan sesuatu yang lebih dengan penuh kecanggihan. Perlu diingat bahwa barang elektro seperti hp, pada umumnya dapat digunakan telephon dan send message itu sudah cukup. Tetapi akan sifat selalu kurang yang dimiliki oleh manusia, mengakibatkan kita ingin memilikinya.
Dengan kesimpulan, bahwa keinginan seperti itu bukanlah suatu kebutuhan yang harus kita penuhi. Akan tetapi, itu hanya keinginan(hasrat) yang tidak pernah habis atau hilang dipikiran kita. Mengingat akan sifat manusia yang selalu kekurangan dan menginginkan yang lebih. Maka terjadilah keinginan memiliki barang tersebut. Tetapi kita juga tidak memungkiri akan hal itu, dengan keterbatasan pola pikir manusia yang dangkal dan tertutup. Semua bisa terjadi tanpa terkontrol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar